Setiap film yang bagus tidak hanya memiliki cerita yang menarik dan unik tapi juga mempunyai karakter yang memorable. Baik itu peran utama maupun figuran setiap aktor/aktris dalam sebuah film ibarat pilar yang membuat film itu sendiri berdiri kokoh. Semakin bagus aktingnya semakin kuat juga cerita film tersebut. Malah di beberapa kasus ada karakter yang lebih menonjol ketimbang filmnya. Itu dia kenapa dalam Academy Award atau Oscar terkadang yang menyabet piala Best Performance-nya belum tentu pemeran utama dari Best Picture-nya. Berikut ini adalah karakter-karakter film yang menurut saya saking memorable-nya saya tak segan-segan menonton film mereka berkali-kali.
Daniel Day Lewis – Bill ‘The Butcher’ Cutting (Gangs of New York)

Akting Daniel sebagai karakter antagonis di film ini benar-benar luar biasa. Kalau saya boleh sok tahu malah menurut saya mengalahkan Leonardo DiCaprio yang sebenarnya pemeran utama. Walaupun ia cuma dapat nominasi Oscar di film ini tapi perannya sebagai pemimpin bermata satu dari geng American Natives yang bengis dan tak kenal ampun ini benar-benar menghidupkan film Gangs of New York. Day-Lewis memang terkenal sebagai ‘method actor’ dalam pengertian ia akan berusaha melakukan apa saja untuk masuk kedalam karakter yang diperaninya. Bahkan selama proses syuting ia tidak pernah keluar dari karakter tersebut agar penjiwaannya tidak pernah lepas. Edan!
Javier Bardem – Anton Chigurh (No Country For Old Men)

Jarang sekali ada karakter penjahat yang mampu membuat saya tegang tidak karuan. Hannibal Lecter mungkin salah satunya. Tidak bisa dipungkiri kalau Anton Chigurh adalah karakter yang membuat film ini mampu menjaga ritme suspense-nya. Semakin sedikit kata-kata yang keluar dari mulutnya dan semakin tenang pembawaannya maka semakin bergidik pula penontonnya. Anda dibuat gemas karena tidak tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Apakah ia akan diam saja atau membunuh korbannya lagi?. Kalau anda tidak percaya dengan saya percaya saja ke piala Oscar untuk “Best Performance by an Actor in a Supporting Role” yang Javier raih karena perannya sebagai pembunuh bayaran ini.
Christopher Waltz – Col. Hans Landa (Inglourious Basterds)

Cukup menyaksikan scene pertama film arahan Quentin ini saja sudah cukup rasanya untuk memberikan piala Oscar kepada Christopher Waltz. Tidak mengherankan kalau QT bilang karakter Hans Landa ini adalah karakter tersulit yang pernah ia buat. Saking sulitnya ia bilang lebih baik tidak dibuat filmnya kalau belum ketemu aktor yang cocok untuk memerankannya. Beruntung lah ia karena bisa menemukan Christopher Waltz yang tadinya cuma aktor biasa saja (baca: bukan dari kalangan Hollywood). That was….Bingo! Membicarakan Hans Landa saja membuat saya ingin menyaksikan film ini lagi, padahal saya sudah 2 kali menontonnnya. It’s that good!
Samuel L. Jackson – Jules Winnfield (Pulp Fiction)

QT memang tahu cara mencari cast yang cocok untuk peran yang ia buat, jadi tak heran kalau ia sendiri mengaku disaat ia menulis ceritanya ia punya bayangan Jules Winnfield akan diperankan oleh Samuel L. Jackson. Walaupun semua karakter di film ini sangat kuat di koridornya masing-masing tapi Jules Winnfield lah yang paling berkesan buat saya. Seorang pembunuh bayaran yang tenang, humoris dan tahu cara mengatasi situasi sulit. Hampir semua kata-kata yang keluar dari mulutnya layak dijadikan quote dari film ini. That’s what I called good scripting. Siapa yang tidak ingat dengan quote “And I will strike down upon thee with great vengeance and furious anger…”?
Denzel Washington – John Quincy Archibald (John Q)

Tidak ada aktor yang mampu membuat karakter John Q hidup seperti Denzel. Seorang ayah yang desperate karena diperlakukan tidak adil oleh healthy system negara Amerika. Kalau sudah terpojok seorang ayah pun mau melakukan apa saja untuk anaknya. Kalau anda tidak dibuat berkaca-kaca dengan akting Denzel di film ini maka anda tidak punya hati.
Sean Penn – Harvey Milk (Milk)

Saking meyakinkan aktingnya sebagai seorang aktivis gay rights selagi menonton film ini saya terus berpikir “how’s it possible that Sean Penn’s not gay?!”. Setiap raut muka yang ditampilkan Sean Penn meyakinkan penonton kalau ia berhasil mendapatkan esensi dari karakter Harvey Milk sendiri. Memenangkan Oscar? sudah pasti.
Liam Neeson – Bryan Mills (Taken)

Move over James Bond and Jason Bourne, Bryan Mills is here. Selama kurang lebih 90 menit anda akan dibuat terpukau dengan ‘kegagahan’ Neeson sebagai ex-spy yang mencoba merebut kembali putrinya yang diculik. Film-film spy selalu punya karakter utama yang dipenuhi konflik, berbeda dengan Mills yang hidup dengan tenang dan tak terlihat sedikit pun seperti seorang spy. Ia tidak memiliki banyak gadget seperti Bond atau banyak skill seperti Bourne, tapi ia terlihat tahu apa yang ia harus lakukan di tiap situasi.
Heath Ledger – The Joker (The Dark Knight)

Rasanya tidak perlu saya jelaskan kenapa Heath Ledger masuk di list ini. Ia membawa karakter Joker yang lucu, humoris dan serakah menjadi bengis, psycho dan tidak punya orientasi apapun selain chaos. The Joker yang ia bawa adalah seorang anarkis. Tidak seperti Jack Nicholson yang punya pistol berlaras super panjang dan mencoba merampok semua bank, Joker disini membakar uang demi menciptakan dunia tanpa aturan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana proses casting Heath untuk karakter ini. There will never be a better comic villain than this one. Period.